Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kapan Kita Memilih Star-Delta, Inverter, dan Soft Starter?

 

Dalam pekerjaan kelistrikan industri, sering kali kita diminta menentukan metode starting motor. Banyak yang mengira pemilihan cukup berdasarkan harga, padahal faktor yang menentukan justru adalah karakter beban, ketersediaan daya, jenis supply (PLN atau genset), dan arah proses produksi.

Berikut penjelasan berdasarkan realita di lapangan, bukan hanya teori pabrikan.

1. Inverter: Dipilih Ketika Produksi Butuh “Kontrol” Bukan Sekadar “Start”

Banyak yang menempatkan inverter sebagai opsi terakhir karena mahal. Di lapangan, justru inverter sering jadi pilihan utama ketika proses butuh kestabilan.

Ciri beban yang wajib pakai inverter

1. RPM tidak boleh fix

Contoh: conveyor yang harus disamakan kecepatannya dengan mesin lain dalam line.

2. Load berubah-ubah

Pada crusher, mixer, feeder, beban bisa naik turun, inverter diperlukan untuk compensation otomatis.

3. Start–stop berulang

Contoh: conveyor batu bara dengan sensor box penuh / truk hadir.

Jika menggunakan DOL Starter atau star-delta, mekanik akan cepat rusak.

4. Koneksi ke HMI/PLC wajib stabil

Banyak mesin sekarang memerlukan feedback speed, alarm, torque real-time.

Pengalaman di lapangan

  • Conveyor batu bara yang kita kerjakan menggunakan inverter Schneider ATV630 75Kw.
  • Mesin potong plat otomatis menggunakan servo + inverter untuk setiap bagian karena butuh sinkron kecepatan. Selain karena interlock banyak, speed juga harus match dengan feeder dan leveller.

Soft starter maupun star-delta tidak dapat digunakan dalam pekerjaan tersebut.

Kesimpulan teknisi

Jika motor bukan hanya “jalan”, tetapi “bagian dari proses”, maka wajib inverter, bukan yang lain.

2. Soft Starter: Ketika Motor Besar Harus “Jalan Halus”, Tapi RPM Tetap Fix 

Soft starter adalah perangkat yang paling sering menolong sistem berbasis genset, atau motor besar yang beban awalnya berat.

Kalau di teori soft starter tugasnya hanya mengurangi arus start, tetapi di lapangan fungsinya jauh lebih penting: yaitu menjaga suplai listrik tidak drop dan menghindari hentakan mekanis.

Indikasi bahwa sistem butuh soft starter

  • Genset sering drop saat motor start
  • Ada gearbox atau coupling yang tidak boleh kena hentakan
  • Motor di atas 30 kW dan dihidupkan jarang-jarang
  • Beban sudah menempel sejak awal (contoh pompa submersible, hidrolik, screw conveyor)

Contoh pekerjaan kami di lapangan

Kasus 1 – Mesin pengeboran pertambangan (95 kW)

Motor hydraulic menyebabkan genset trip setiap kali start, bawaan pabrik menggunakan start delta → arus awal tinggi.

Solusi yang kita ambil:

Hasil: motor start mulus, genset aman, tidak ada drop tegangan ekstrem.

Kasus 2 – Sistem folder dan danau resapan banjir

Pada sistem folder (pintu air) dengan pompa besar >30 kW, DOL Starter membuat MCB dan genset drop.

Solusi:

  • Pasang soft starter Schneider.
  • Arus start jadi jauh lebih rendah.
  • Motor naik perlahan tanpa hentakan, umur mekanik lebih panjang.

3. Star-Delta: Solusi Murah, Asal Bebannya Tidak Bandel

Star-Delta sudah puluhan tahun dipakai. Namun di lapangan, tidak semua motor cocok menggunakan Start-Delta.

Banyak kasus motor gagal switching dari star ke delta karena:

  • beban terlalu berat,
  • supply tidak cukup kuat,
  • timing salah,
  • atau mekanik belum bebas.

Bahkan kadang rugi biaya — hemat perangkat, tapi boros downtime.

Kapan star-delta masih relevan digunakan?

  1. Motor 7.5 – 30 kW tanpa beban berat
  2. RPM fix
  3. Start tidak terlalu sering
  4. Listrik PLN kuat
  5. Proses tidak kritikal

Contoh yang cocok digunakan di lapangan

  • blower umum,
  • pompa hydrant,
  • kompresor kecil yang startnya ringan.

Jika beban motor berat (conveyor, mixer, hydraulic), star-delta sering gagal di tengah jalan.

Perbandingan Start Delta - Soft Starter - Inverter

Kondisi Real Star-Delta Soft Starter Inverter
Motor start pakai genset ✖ sering drop ✔ stabil ✔ sangat stabil
Ingin kontrol speed ✔ wajib
Beban berat di awal ❌ sering gagal
Sistem dengan PLC / HMI ✔ sebagian ✔✔✔
Harga panel ✔ paling murah ✔ sedang ❌ paling mahal
Umur mekanik ✔✔✔
Pemakaian energi ✔ hemat

Catatan: Tanda ✔✔✔ / ✔ / ❌ / ✖ menunjukkan kecocokan praktis berdasarkan pengalaman lapangan.

Kesimpulan Versi Lapangan 

Pilih Star-Delta jika:

  • beban ringan
  • budget minim
  • supply kuat
  • start jarang
  • proses tidak kritikal

Pilih Soft Starter jika:

  • pakai genset
  • motor besar >30 kW
  • beban berat sejak awal
  • butuh start tanpa hentakan
  • mekanik harus aman

Pilih Inverter jika:

  • speed harus diatur
  • bagian dari proses (conveyor, mixer, feeder, crusher)
  • start–stop sering
  • butuh proteksi lengkap
  • ingin hemat energi
  • motor terhubung dengan PLC/HMI

Bagi Perusahaan, Pemilihan Yang Tepat = Umur Mesin Lebih Panjang

Memilih metode starting yang tepat bukan hanya soal harga perangkat, tetapi soal:
  • keamanan,
  • efisiensi,
  • keandalan mesin,
  • menghindari downtime.

Jika Anda butuh konsultasi pemasangan:

  • panel soft starter,
  • panel inverter,
  • ataupun panel star-delta,
Kami siap membantu mulai dari perhitungan, wiring, hingga commissioning di lokasi.